A.    PENGERTIAN

Sistem mina padi merupakan cara pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi, sebagai penyelang diantara dua musim tanam padi atau pemeliharaan ikan sebagai pengganti palawija di persawahan.

Jenis ikan yang dapat dipelihara pada sistem tersebut adalah ikan mas, nila, mujair, karper, tawes dan lain-lain. Ikan mas dan karper merupakan jenis ikan yang paling baik dipelihara di sawah, karena ikan tersebut dapat tumbuh dengan baik meskipun di air yang dangkal, serta lebih tahan terhadap matahari.

Agar pertumbuhan tanaman padi tidak terganggu, pemeliharaan ikan di sawah harus disesuaikan dengan sistem pengairan yang ada, sehingga produksi padi tidak terganggu.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan lebih fokuskan pada pemeliharaan ikan disela-sela tanaman padi. Dalam membudidayakan ikan bersama dengan tanaman padi, lamanya pemeliharaan adalah sejak benih padi ditanam sampai penyiangan I, penyiangan II, atau sampai tanaman padi mulai berbunga, kira-kira umur tanaman padi 50 hari.

Sawah yang sesuai untuk mina padi adalah sawah yang berpengairan teknis maupun setengah teknis.  Usaha mina padi selain merupakan usaha yang menguntungkan, juga dapat meningkatkan pendapatan petani, serta membantu program pemerintah dalam usaha memenuhi gizi keluarga.

B.    PERSIAPAN LAHAN

a.    Pembuatan Galengan

Galengan (pematang) yang dibuat harus cukup tinggi dan kuat untuk menahan air. Tinggi galengan sebaiknya antara 25 – 40 cm, tergantung pada tinggi permukaan air. Lebar galengan bagian dasar tidak kurang dari 50 cm, sedangkan lebar galengan bagian atas cukup 25 cm saja. Sebaiknya dalam pembuatan galengan tidak digunakan bahan-bahan yang berasal dari tanaman, karena bahan ini mudah busuk sehingga dapat menimbulkan kebocoran pada galengan. Galengan dapat dibuat dari tanah yang dipadatkan dengan cara menginjaknya sampai terbentuk galengan yang sesuai dengan harapan.
Gambar konstruksi kolam mina padi

Lubang-lubang yang terdapat di sepanjang galengan sebaiknya ditambal dengan tanah untuk menghindari perembesan dari sawah. Jika lubang terlalu besar, sebaiknya galengan yang terdapat di sekitar lubang dibongkar terlebih dahulu dan kemudian dibangun kembali.

b.    Pembuatan Selokan/ Kamalir

Pembuatan selokan/kamalir dimaksudkan untuk melindungi ikan dari :
  • Serangan hama, seperti burung, ular ataupun musang air
  • Bahaya kekeringan yang sering disebabkan oleh penguapan air yang tinggi.
  • Meningkatnya temperatur air karena panasnya sinar matahari.
Gambar bagan berbagai jenis layout selokan yang bisa diadopsi untuk pemeliharaan ikan

Selokan/ kamalir ini dapat dibuat melintang atau sejajar dengan galengan. Lebar kamalir cukup 50 cm dengan kedalaman tidak kurang dari 30 cm. Selama pemeliharaan, air di dalam kamalir harus selalu dikontrol supaya tidak sampai kurang.

Lebar selokan/ kamalir disesuaikan dengan luas petakan sawah yaitu sekitar 2-3% dari total luas petakan.  Bentuk kamalir dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

c.    Pembuatan Saluran Pemasukan air dan Pengeluaran air

Saluran pemasukan dan pengeluaran air dibuat dengan tujuan untuk mengatur tinggi permukaan air yang terdapat di sawah agar tidak kekurangan atau berlebihan. Saluran pemasukan dan pembuangan air dapat dibuat dari bahan bambu atau pipa pralon yang ditanam pada pematang sawah. Saluran pengeluaran air yang dibuat sebaiknya dua buah, yaitu berfungsi untuk menguras air yang terdapat dalam kamalir sehingga akan mempermudah penangkapan ikan pada saat panen dilakukan. Sedangkan saluran pengeluaran yang lain berfungsi untuk mengatur tinggi air yang diinginkan.

Saluran pemasukan air yang dibuat cukup satu saja dan harus terletak lebih tinggi dari pada saluran pengeluaran, agar air yang telah dialirkan tidak mengalir kembali ke luar. Untuk mencegah masuknya ikan-ikan liar atau sampah dan keluarnya ikan yang dipelihara, sebaiknya pada saluran pemasukan maupun pengeluaran dipasang saringan dari anyaman bambu atau kawat kasa.

d.    Pembuatan Bak Penampungan

Bak penampungan berguna untuk menampung ikan pada saat dilakukan panen sehingga ikan mudah ditangkap. Bak penampungan ini sebaiknya dibuat di sekitar saluran pengeluaran. Ukuran bak tergantung pada sawah yang tersedia sehingga dapat menampung semua ikan yang dipelihara. Bak penampungan harus lebih dalam daripada kamalir, sehingga pada saat kamalir kering bak ini masih terisi air untuk menampung ikan.

e.    Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dimaksudkan untuk menyediakan media yang baik bagi pertumbuhan tanaman padi maupun organisme makanan ikan.

Tanah mula-mula dicangkul atau dibajak sampai kedalaman 20 cm, kemudian alirkan air agar tanah menjadi sedikit becek. Taburkan pupuk urea secara merata ke seluruh permukaan tanah dengan dosis 100-200 kilogram untuk setiap hektarnya.

Setelah benih padi ditanam, kemudian air dialirkan kembali sampai permukaan air mencapai ketinggian 20 cm, dan dibiarkan selama 4 -7 hari, untuk memberikan kesempatan kepada organisme makanan ikan untuk tumbuh. Setelah 4 -7 hari, benih ikan ditebarkan dengan kepadatan tertentu.

f.    Persyaratan dan Kepadatan Benih

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, benih ikan yang akan ditebarkan sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut: Benih ikan tidak mempunyai warna tubuh yang terlalu mencolok, karena dapat menarik perhatian dari hewan-hewan pemangsa, Ikan bersifat omnivora (pemakan segala), Benih berasal dari jenis ikan yang unggul dan sehat, Bisa hidup di perairan dangkal dan tahan panas.

Sedangkan untuk padat tebar, harus disesuaikan dengan tujuan kita dalam usaha mina padi, apakan akan sampai pada tahap pendederan saja, atau akan sampai pada pembesaran. Untuk usaha pendederan, benih yang ditebar berukuran 1-3 cm ditebar sesudah 5 hari padi ditanam dengan kepadatan 3 ekor/ m2. Benih dipelihara sampai penyiangan kedua dan akan diperoleh benih dengan ukuran 5-8 cm.

Jika kita akan mengusahakan mina padi hingga mendapatkan ikan konsumsi, maka disarankan menggunakan benih dengan ukuran 8-12 cm dengan padat tebar lebih kurang 1000-1500 ekor/ Ha. Dengan lama pemeliharaan selama 50 hari akan diperoleh ikan dengan berat rata-rata 60 gram/ ekor.

C.    CARA PEMELIHARAAN

Kegiatan pemeliharaan ikan bersama padi sebaiknya disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman padi. Dalam satu kali tanam padi dapat dilakukan beberapa macam pemeliharaan ikan, sesuai dengan tujuan pemeliharaan, apakah untuk ukuran benih saja atau untuk ukuran ikan konsumsi.

a.    Usaha Pendederan

Ada 2 (bentuk) usaha pendederan yang bisa dilakukan dalam usaha mina padi, yaitu:
  • Penebaran benih ikan ukuran 1-3 cm, dilakukan 5 hari setelah padi ditanam dan dipanen pada saat penyiangan padi  petama. Padat penebaran 40- 60 ribu ekor/ hektar. Lama pemelihraan 24 hari, nantinya akan diperoleh benih ikan berukuran 3-5 cm.
  • Penebaran benih ikan ukuran 1 cm dilakukan 5 hari setelah padi ditanam dan dipanen pada saat penyiangan kedua. Padat penebaran 10-15 ribu ekor/hektar. Pada saat penyiangan pertama diusahakan agar kamalir tetap ada airnya, sehingga ikan terus dipelihara sampai penyiangan kedua. Sampai saat penyiangan kedua ini akan diperoleh benih ikan berukuran 5-8 cm.
b.    Usaha Pembesaran

Untuk pemeliharaan ikan hingga ukuran konsumsi, dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu :
  • Untuk benih ikan yang berukuran 2-3 cm, ditebarkan sebanyak 3000 ekor/hektar. Penebaran dilakukan 5-7 hari setelah padi ditanam. Panen ikan dilakukan saat akan panen padi.
  • Untuk benih ikan yang berukuran 5-8 cm, ditebarkan 1000-1500 ekor/hektar. Penebaran dilakukan setelah penyiangan pertama. Panen ikan dilakukan saat akan panen padi.
  • Untuk benih ikan yang berukuran 8-12 cm, ditebarkan lebih kurang 1000 ekor/hektar. Penebaran dilakukan setelah penyiangan kedua dan dipanen saat akan panen padi dengan lama pemeliharaan 50 hari.

D.    CARA PEMANENAN IKAN

Berikut adalah cara penaenan ikan yang biasa dilakukan pada pemeliharaan ikan sistem mina padi:
  • Saluran pemasukan dan pengeluaran di pasang saringan. Saluran pemasukan ditutup dan saluran pengeluaran air dibuka, sehingga permukaan air turun.
  • Ikan digiring sehingga terkumpul di dalam kamalir dan kemudian air diturunkan lagi hingga air tinggal di parit saja.
  • Ikan yang ada dalam kamalir digiring menuju ke bak penampungan dan ikan ditangkap dengan menggunakan scoop-net. Ikan-ikan yang tertangkap ditampung di tempat penampugan yang berisi air bersih.