Menilik dapur produksi poklahsar prima melati di desa Patemon kecamatan Bojongsari jauh dari kesan kotor. Dapur mini tempat produksi berbagai macam olahan beku dari ikan tersebut, terlihat rapih dan bersih. Secara persyaratan, sudah lebih dari cukup untuk dapur produksi ukuran skala rumah tangga.
Dapur dengan ukuran sekitar 3x5 meter persegi itu berbentuk leter L. Terdapat 2 kompor gas yang tertata rapih di ruang masak, sementara disisi ruang yang lain, ada sebuah Freezer untuk menyimpan produk jadi yang siap dipasarkan dan sebuah kulkas yang berfungsi untuk menyimpan bumbu dan bahan-bahan sebelum diolah. Untuk urusan menyimpan perlengkapan dan buku-buku administrasi terdapat sebuah almari kecil bersusun 5 di salah satu sudut ruang yang lain.
Kegiatan produksi di poklahsar Prima Melati hampir dilakukan setiap hari. Sebelum dimulai poduksi, mereka selalu membiasakan diri untuk melakukan evaluasi dan breefing. Evaluasi dimaksudkan untuk menilai hasil kegiatan produksi sebelumnya, sehingga jika terdapat kekurangan bisa sebagai catatan untuk produksi selanjutnya.
Agar kegiatan produksi berjalan dengan lancar dan terarah, ditunjuk salah satu anggota kelompok sebagai kepala dapur yang bertugas dan bertanggungjawab untuk mengarahkan dan memimpin proses produksi. Sementara, proses penimbangan bahan-bahan dan bumbu-bumbu juga dilakukan oleh orang yang khusus. Hal ini dilakukan agar cita rasa hasil produksi bisa konsisten dan tidak berubah dari waktu ke waktu.
Cita rasa merupakan masalah penting yang sangat diutamakan. Menurut ketua Poklahsar Prima melati,Yelfia, "agar bisa diterima oleh konsumen maka rasa produk harus memiliki ciri khas, enak, dan yang jelas harus konsisten". "Konsistensi rasa dari sebuah produk akan menjadi kendala jika bahan-bahan dan bumbu-bumbu diracik oleh orang yang berbeda-beda, oleh karena itu peran khusus untuk seorang peracik bumbu harus ada" tambahnya.
Untuk urusan kebersihan dapur dan rasa, hal ini sudah diakui oleh Bpk. Marno B Sanbardi seorang pemilik waralaba No's Food saat beberapa waktu lalu berkunjung ke markas poklahsar Prima Melati. Bahkan beliau langsung memesan 10 bungkus tahu bakso berbahan daging ikan untuk dijajal dan disandingkan dengan produk Frozen Food lainnya di Gerai No's Food miliknya.
![]() |
| Proses memasak di dapur Poklahsar "Prima Melati" |
Kegiatan produksi di poklahsar Prima Melati hampir dilakukan setiap hari. Sebelum dimulai poduksi, mereka selalu membiasakan diri untuk melakukan evaluasi dan breefing. Evaluasi dimaksudkan untuk menilai hasil kegiatan produksi sebelumnya, sehingga jika terdapat kekurangan bisa sebagai catatan untuk produksi selanjutnya.
Agar kegiatan produksi berjalan dengan lancar dan terarah, ditunjuk salah satu anggota kelompok sebagai kepala dapur yang bertugas dan bertanggungjawab untuk mengarahkan dan memimpin proses produksi. Sementara, proses penimbangan bahan-bahan dan bumbu-bumbu juga dilakukan oleh orang yang khusus. Hal ini dilakukan agar cita rasa hasil produksi bisa konsisten dan tidak berubah dari waktu ke waktu.
![]() |
| Crew Prima Melati saat breefing sebelum proses produksi |
Untuk urusan kebersihan dapur dan rasa, hal ini sudah diakui oleh Bpk. Marno B Sanbardi seorang pemilik waralaba No's Food saat beberapa waktu lalu berkunjung ke markas poklahsar Prima Melati. Bahkan beliau langsung memesan 10 bungkus tahu bakso berbahan daging ikan untuk dijajal dan disandingkan dengan produk Frozen Food lainnya di Gerai No's Food miliknya.



